Antara Fakta, Asumsi Dan Berita Palsu Atau Hoax

fakta asumsi dan hoax

Dalam dunia internet memang kamu lebih cepat memperoleh kemudahan informasi. Bukan kemudahan informasi saja yang bisa diperoleh, yaitu membuat informasi dan menyebarkannya. 

Jika informasi itu menyangkut hal yang baik dan bermanfaat bagi kamu dan juga orang lain, maka tak masalah jika kamu membagikannya atau mungkin kamu hanya sekedar silent reader juga tak masalah. 

Namun jika informasi itu janggal atau aneh menurut kamu serta berisi konten yang banyak menebar fitnah misalnya, kamu mungkin sudah tahu bagaimana dalam menyikapinya. Ataukah kamu akan langsung menyebarkan info tersebut? Jika kamu bijak, kamu akan mencari tau terlebih dahulu. Apakah isi informasi tersebut benar atau tidak.

Berita palsu atau yang disebut hoax akhir-akhir ini memang sangat meresahkan. Terlebih lagi akan merugikan jika itu menyangkut perorangan maupun suatu golongan. Tanpa peduli topik apa yang sedang dibicarakan saat ini, hoax dengan cepat menyebar jika pembaca membagikan berita yang belum jelas itu di berbagai macam media sosial. 


Baca juga: Terkadang Selalu Muncul, Ini 5 Cara Mengatasi Pikiran Negatif!

Adakah cara membedakan bahwa berita tersebut palsu?
Benar tidaknya suatu berita itu, yang terpenting adalah bagaimana kamu menyikapinya.

Asumsi atau opini, terutama dari tokoh-tokoh yang berpengaruh, memang banyak dijadikan suatu diskusi maupun perbincangan, berdiskusi secara sehat pastinya. Namun, Asumsi tak luput juga dibagikan di media sosial. Memang tidak ada salahnya membagikannya. Namun jangan sampai kamu salah artikan. 

Parahnya, jangan kamu menggunakan caption, yang seolah-olah isi asumsi itu adalah sebuah fakta, padahal hanya asusmsi, tidak ada fakta yang dibawa dalam isi informasi.

Kamu juga harus bisa membedakan antara asumsi dengan fakta. Suatu asumsi tidak bisa begitu saja dijadikan fakta. Asumsi merupakan pendapat seseorang mengenai suatu hal. Lain hanya dengan fakta yang membutuhkan data-data dan juga sumber yang valid. 

Misalnya jika kamu mendahului fakta, kamu menuduh teman kamu mengambil uang dalam dompet kamu. Bagaimana cara untuk mengetahui bahwa teman kamu adalah pencurinya? 

Kamu menanyakan secara langsung karena teman kamu yang lain melihat gerak-geriknya yang mencurigakan sebelum uang dalam dompet kamu hilang. Bukan menuduhnya tapi menanyakannya, Ingat jangan langsung menuduhnya. Kalau dia memang benar mengambil, maka dia akan mengaku, dengan bantuan keterangan teman kamu yang lain. 

Namun bagaimana jika teman kamu tidak mengaku? Padahal sudah jelas-jelas teman kamu yang lain melihatnya? Apakah maksud teman kamu mengambilnya? Lantas dipergunakan untuk apa? Seberapa seringkah teman kamu pernah terlibat hal serupa? 

Lantas apa hubungannya paragraf di atas dengan informasi hoax ini?
Itu sekedar contoh bagaimana kamu menyikapi informasi yang belum jelas. Banyak informasi palsu yang sengaja dibuat dengan maksud menguntungkan diri sendiri tak peduli merugikan orang lain ataupun demi kepentingan golongan. 

So, mungkin masih banyak cara lain selain mencari tau kejelasan yang diduga informasi palsu atau hoax. Tapi mungkin dengan mencari tau kejelasan dan sumber informasi adalah salah satu cara yang paling efektif, kamu jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas.
Yang pasti hoax itu sangat-sangat merugikan dan bahkan bisa membahayakan. Penyebar hoax memang tak terhitung berapa banyak jumlahnya, namun yang membuat hoax lah yang perlu diberi pelajaran setimpal dengan isi beritanya, agar tak mengulangi tindakannya!

Jika hukum negara kesulitan mengatasinya, biarlah hukum di akhirat kelak yang mengadilinya! 


Baca juga: Ngaku Dewasa? 5 Sifat Kekanak-Kanakan Ini Harus Dihilangkan!


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Antara Fakta, Asumsi Dan Berita Palsu Atau Hoax"

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir, tolong kasih komentar sesuai isi konten, ya

iklan atas artikel (kosong)

Tengah Artikel 1

Tengah Artikel 2 (mgid)

Loading...

iklan bawah artikel (rajatraffic)